
Tengaran, 26 Oktober 2026 – Pesantren Islam Al Irsyad Tengaran mendapat kehormatan menerima kunjungan jajaran pimpinan Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta pada Senin (26/10/2026). Kunjungan ini menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah, menjalin silaturahmi, serta berbagi pengalaman dalam bidang pendidikan Islam.
Rombongan LIPIA Jakarta dipimpin oleh Dr. Walid bin Abdullah Al-Utsman selaku Mudir LIPIA, didampingi Dr. Sattam bin Abdurrahman Al-Nasymi selaku Wakil Mudir LIPIA, serta Ustaz Sultan bin Mubarak Al-Syahrani selaku Kepala Manajemen Kesekretariatan.
Kedatangan rombongan disambut hangat oleh jajaran pimpinan Pesantren Islam Al Irsyad Tengaran. Rangkaian kegiatan diawali dengan penyambutan dan pertemuan bersama pimpinan pesantren sebagai sarana silaturahmi sekaligus mempererat hubungan antara kedua lembaga.
Dalam sambutannya, Mudir Pesantren Islam Al Irsyad Tengaran, Dr. Ujang Pramudiarto, menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaan atas kunjungan tersebut. Beliau juga mengungkapkan apresiasi terhadap kontribusi LIPIA dalam pengembangan pendidikan Islam, khususnya dalam bidang ilmu-ilmu syariat dan bahasa Arab.
LIPIA Jakarta sendiri menjadi salah satu perguruan tinggi tujuan studi lanjutan bagi alumni Pesantren Islam Al Irsyad Tengaran. Selama ini, banyak alumni pesantren yang melanjutkan pendidikan tinggi di lembaga tersebut. Hal ini menjadi salah satu bentuk keterhubungan kedua lembaga dalam bidang pendidikan, khususnya dalam pengembangan ilmu-ilmu keislaman dan bahasa Arab.
Pengarahan kepada Asatidzah: Pendidikan Bukan Sekadar Menyampaikan Ilmu

Salah satu agenda dalam kunjungan ini adalah penyampaian pengarahan oleh Dr. Walid bin Abdullah Al-Utsman kepada para asatidzah dan tenaga kependidikan Pesantren Islam Al Irsyad Tengaran.
Dalam pengarahan bertema “Misi Pendidikan Kita, dari Pengajaran Menuju Pembentukan Manusia”, beliau menekankan bahwa keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari pencapaian akademik, nilai ujian, maupun kelulusan semata.
Menurut beliau, pendidikan memiliki tanggung jawab yang lebih luas, yakni membentuk manusia yang berilmu, berakhlak mulia, disiplin, amanah, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Beliau mengingatkan bahwa pendidikan bukan sekadar proses memindahkan pengetahuan dari guru kepada murid. Ilmu yang diajarkan semestinya memberikan pengaruh nyata terhadap kepribadian, pola pikir, dan perilaku peserta didik.
Selain itu, Dr. Walid menegaskan pentingnya keteladanan dalam proses pendidikan. Para pendidik tidak hanya dituntut untuk menyampaikan ilmu dan nasihat, tetapi juga memberikan contoh melalui sikap dan perilaku sehari-hari.
Pengarahan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa tugas pendidikan merupakan amanah yang tidak terbatas pada kegiatan belajar mengajar, tetapi juga mencakup pembinaan karakter dan pembentukan kepribadian santri.
Meninjau Aktivitas Pendidikan dan Fasilitas Pesantren

Selain mengadakan pertemuan dengan jajaran pimpinan dan memberikan pengarahan kepada para asatidzah, rombongan LIPIA Jakarta juga berkesempatan meninjau secara langsung berbagai aktivitas pendidikan dan fasilitas di lingkungan pesantren.
Peninjauan tersebut mencakup kegiatan pembelajaran di ruang kelas, perpustakaan, asrama, serta sejumlah fasilitas penunjang pendidikan lainnya.
Melalui kegiatan ini, para tamu dapat melihat lebih dekat proses pembelajaran dan pembinaan santri yang dilaksanakan di Pesantren Islam Al Irsyad Tengaran.
Dr. Walid Ajak Santri Menjadi Generasi yang Bermanfaat

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Dr. Walid bin Abdullah Al-Utsman juga menyampaikan nasihat dan motivasi kepada para santri usai shalat berjamaah di Masjid Al Fadhl.
Di hadapan para santri, beliau mengingatkan pentingnya mensyukuri kesempatan menuntut ilmu di pesantren serta memanfaatkan masa muda untuk mempersiapkan masa depan yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.
Beliau mengajak para santri untuk tidak hanya bercita-cita meraih kesuksesan pribadi, tetapi juga berusaha menjadi pribadi yang mampu memberikan pengaruh positif kepada orang-orang di sekitarnya.
Untuk menggambarkan hal tersebut, Dr. Walid mengangkat kisah sejumlah sahabat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, seperti Mush’ab bin Umair, Abdullah bin Abbas, dan Usamah bin Zaid, yang telah memberikan kontribusi besar bagi umat Islam sejak usia muda.
Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan lima kunci untuk menjadi pribadi yang memberikan pengaruh positif, yaitu iman dan keikhlasan, ilmu, akhlak mulia, inisiatif dalam melakukan kebaikan, serta istikamah dalam menjalankannya.
Dr. Walid juga menekankan pentingnya kesabaran dan kesungguhan dalam menuntut ilmu. Beliau mengibaratkan proses belajar seperti seorang petani yang harus bekerja keras mengolah tanah dan menanam benih sebelum dapat menikmati hasil panennya.
Melalui perumpamaan tersebut, beliau mengingatkan para santri bahwa kesulitan yang dihadapi selama menuntut ilmu, termasuk belajar dengan tekun dan menjalani kehidupan jauh dari keluarga, merupakan bagian dari perjuangan untuk meraih keberhasilan di masa depan.
Suasana pertemuan berlangsung interaktif. Dr. Walid beberapa kali mengajukan pertanyaan kepada para santri dan memberikan apresiasi atas jawaban yang mereka sampaikan.
Apresiasi bagi Guru Pembimbing dan Santri Berprestasi

Rangkaian kunjungan juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada guru pembimbing lomba dan santri yang berhasil meraih prestasi dalam berbagai kompetisi akademik dan kebahasaan.
Sejumlah prestasi yang mendapat apresiasi di antaranya berasal dari Olimpiade Bahasa Arab, Olimpiade Madrasah Indonesia bidang Kimia, serta berbagai perlombaan dalam Pekan Bahasa Arab Universitas Negeri Malang.
Pemberian penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi para guru dalam membimbing santri serta kesungguhan para santri dalam mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi.
Dalam kesempatan yang sama, Dr. Walid dan Dr. Sattam juga berkesempatan menguji hafalan Al-Qur’an salah seorang santri secara langsung tanpa persiapan sebelumnya.
Santri tersebut diminta melanjutkan bacaan beberapa ayat Al-Qur’an dan berhasil menjawabnya dengan baik. Dr. Walid menyampaikan apresiasi atas hafalannya serta memberikan motivasi agar terus menjaga dan mengembangkan kemampuan tersebut.

Mempererat Ukhuwah dan Silaturahmi Antarlembaga
Setelah menyelesaikan sejumlah agenda di lingkungan pesantren, rangkaian kunjungan dilanjutkan dengan kegiatan kebersamaan dan rihlah dalam suasana penuh keakraban.
Kunjungan jajaran pimpinan LIPIA Jakarta ini menjadi kesempatan berharga bagi Pesantren Islam Al Irsyad Tengaran untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperoleh ilmu, nasihat, dan pengalaman yang bermanfaat bagi pengembangan pendidikan.
Semoga Allah Ta’ala memberkahi kunjungan ini, menjadikannya sebagai sebab bertambahnya ilmu yang bermanfaat, semakin kokohnya ukhuwah, serta semakin eratnya hubungan baik antara Pesantren Islam Al Irsyad Tengaran dan LIPIA Jakarta.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
