Direktur Eksekutif Iqro Al-Arabiya Bagikan Strategi Kuliah di Arab Saudi kepada Santri Al Irsyad

TENGARAN, 8 Agustus 2026 – Pesantren Islam Al Irsyad Tengaran kembali menghadirkan kesempatan bagi para santri untuk mendapatkan wawasan langsung mengenai peluang melanjutkan studi di Arab Saudi. Bertempat di Aula Marwah selepas Isya, Sabtu (8/8/2026), para santri, khususnya jenjang I’dad al-Mu’allimin, mengikuti sesi motivasi studi lanjut yang disampaikan oleh Dr. Abdullah bin Ali Bawazir, Direktur Eksekutif Iqro Al-Arabiya dari Universitas Umm Al-Qura, Makkah, Arab Saudi.

Dalam kegiatan bertajuk “Studi di Arab Saudi: Peluang Ilmiah Menuju Masa Depan Gemilang” tersebut, Dr. Abdullah membagikan berbagai informasi penting seputar peluang studi, beasiswa, persiapan bahasa Arab, hingga strategi menghadapi proses penerimaan mahasiswa di berbagai perguruan tinggi Arab Saudi.

Bahasa Arab sebagai Gerbang Ilmu

Dalam pemaparannya, Dr. Abdullah menekankan bahwa bahasa Arab memiliki kedudukan yang jauh lebih penting daripada sekadar mata pelajaran akademik. Bagi seorang Muslim, kemampuan berbahasa Arab menjadi salah satu sarana untuk memahami Al-Qur’an dan khazanah keilmuan Islam.

Mengusung visi “Bahasa Arab, Bahasa Dunia”, beliau mendorong para santri untuk terus meningkatkan kemampuan bahasa Arab. Menurutnya, mempelajari bahasa Arab merupakan sebuah kemuliaan, terlebih bagi mereka yang bukan penutur asli.

Dr. Abdullah juga menyampaikan apresiasinya terhadap kemampuan bahasa Arab para santri Al Irsyad. Menurut beliau, kemampuan bahasa Arab para santri termasuk salah satu yang terbaik di Indonesia. Hal tersebut turut terlihat dari banyaknya alumni Pesantren Islam Al Irsyad Tengaran yang berhasil melanjutkan studi ke berbagai perguruan tinggi di Arab Saudi.

Jangan Terpaku pada Universitas yang Populer

Salah satu pesan utama yang disampaikan adalah pentingnya memperluas pilihan ketika mendaftar ke perguruan tinggi di Arab Saudi. Para santri tidak disarankan hanya berfokus pada universitas yang paling populer, seperti Universitas Islam Madinah atau Universitas Umm Al-Qura.

Persaingan yang tinggi membuat peluang diterima di universitas tersebut menjadi sangat ketat. Karena itu, Dr. Abdullah menyarankan para santri untuk mempertimbangkan berbagai universitas negeri lainnya yang juga memiliki kualitas akademik yang baik.

Dengan memperluas pilihan, para santri memiliki peluang yang lebih besar untuk mendapatkan tempat di perguruan tinggi Arab Saudi.

Persiapkan Diri Menghadapi Seleksi

Selain menentukan pilihan universitas, kesiapan menghadapi proses seleksi juga menjadi hal yang sangat penting. Dr. Abdullah menjelaskan mengenai Tes Hamzah, salah satu bentuk uji kemahiran bahasa Arab yang perlu diperhatikan oleh calon mahasiswa.

Beliau juga mengingatkan bahwa kemampuan bahasa Arab bukan satu-satunya hal yang dapat memperkuat berkas pendaftaran. Hafalan Al-Qur’an, sertifikat kursus, serta berbagai aktivitas dan pengalaman tambahan juga dapat menjadi nilai pendukung dalam proses seleksi.

Karena itu, para santri didorong untuk mempersiapkan diri sejak dini, baik dari sisi akademik, kemampuan bahasa, hafalan, maupun aktivitas pengembangan diri.

Tetap Memiliki Plan B

Persaingan untuk mendapatkan kursi di perguruan tinggi Arab Saudi membuat setiap calon mahasiswa perlu memiliki strategi yang realistis. Dr. Abdullah mengingatkan bahwa jumlah mahasiswa yang diterima dapat jauh lebih sedikit dibandingkan jumlah pendaftar.

Karena itu, para santri dianjurkan untuk memiliki Plan B dalam merencanakan masa depan pendidikan.

Diterima atau tidaknya seseorang merupakan ketetapan Allah. Namun, seorang penuntut ilmu tetap perlu berikhtiar dengan menyusun berbagai alternatif rencana pendidikan, baik di Indonesia maupun di negara lainnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bagi para santri bahwa kegagalan dalam satu jalur tidak berarti berakhirnya perjalanan menuntut ilmu.

Antusiasme Santri

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab. Para santri memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali informasi lebih jauh mengenai peluang studi di Arab Saudi, termasuk pilihan jurusan sains, batas usia pendaftaran yang dapat mencapai maksimal 25 tahun, serta bahasa yang digunakan dalam proses perkuliahan.

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu malam tersebut diharapkan dapat membuka wawasan para santri mengenai luasnya kesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi internasional, khususnya di Arab Saudi.

Lebih dari sekadar memberikan informasi, sesi motivasi ini menjadi dorongan bagi para santri untuk mempersiapkan diri secara serius dan merancang masa depan pendidikan mereka sejak dini. Dengan bekal kemampuan bahasa Arab, ilmu agama, akademik, serta semangat untuk terus belajar, para santri diharapkan mampu mengambil peran lebih luas dalam dunia pendidikan dan dakwah, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *