
TENGARAN – Pesantren Islam Al Irsyad Tengaran mendapat kunjungan istimewa dari Syaikh Dr. Ahmad Al-Khulaifi, dosen Pascasarjana Fakultas Dakwah, Universitas Imam Muhammad bin Saud, Riyadh, Arab Saudi, pada Ahad hingga Senin, 9–10 Agustus 2026.
Dalam kunjungannya, Syaikh Dr. Ahmad Al-Khulaifi memberikan pembekalan kepada para santri melalui dua kegiatan yang dilaksanakan di Masjid Al-Fadhl dan Aula Lantai 3 Gedung Marwah. Kegiatan tersebut membahas dua aspek penting dalam pembentukan generasi yang siap berkontribusi bagi umat, yaitu strategi dakwah dan keterampilan berpikir.
Membekali Santri dengan Strategi Dakwah
Pada Ahad malam, 9 Agustus 2026, Syaikh Dr. Ahmad Al-Khulaifi menyampaikan materi mengenai Strategi Dakwah di Masjid Al-Fadhl.
Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa dakwah membutuhkan ilmu, pemahaman terhadap objek dakwah, pemilihan metode yang tepat, serta perencanaan yang matang. Seorang dai tidak cukup hanya memiliki semangat untuk berdakwah, tetapi juga perlu memahami siapa yang menjadi objek dakwah dan bagaimana menyampaikan pesan sesuai dengan kondisi mereka.
Beliau menjelaskan beberapa unsur penting dalam dakwah, yaitu da’i, mad’u, maudhu’, serta uslub dan wasilah. Seorang pendakwah harus memiliki ilmu dan mengikuti petunjuk Nabi ﷺ, memahami karakter orang yang menjadi objek dakwah, menentukan materi yang sesuai, serta memilih metode dan sarana yang tepat.
Dalam kesempatan tersebut, beliau juga mengajak para santri untuk memiliki proyek dakwah yang terencana. Proyek tersebut dapat dimulai dari aktivitas sederhana yang dilakukan setiap hari, kemudian berkembang menjadi proyek mingguan, bulanan, hingga tahunan.
Lebih jauh, seorang Muslim hendaknya memiliki proyek dakwah seumur hidup, yaitu amal yang manfaatnya terus mengalir bahkan setelah dirinya meninggal dunia. Di antara contohnya adalah membangun masjid, menggali sumur, mengajarkan ilmu, atau menjadi sebab seseorang mendapatkan hidayah dan menghafal Al-Qur’an.
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi para santri bahwa dakwah bukan sekadar aktivitas sesaat, tetapi dapat menjadi bagian dari perjalanan hidup yang manfaatnya terus dirasakan oleh orang lain.
Melatih Keterampilan Berpikir untuk Membangun Masa Depan
Pada Senin pagi, 10 Agustus 2026, kegiatan dilanjutkan di Aula Lantai 3 Gedung Marwah bersama para santri kelas 3 I’dad Muallimin melalui pelatihan bertajuk “Maharat at-Tafkir” (Keterampilan Berpikir).
Dalam kegiatan ini, Syaikh Dr. Ahmad Al-Khulaifi mengajak para santri memahami pentingnya membangun kualitas berpikir sebagai salah satu bekal untuk menentukan masa depan. Menurut beliau, masa depan seseorang sangat berkaitan dengan bagaimana ia mengelola pikiran dan gagasan yang dimilikinya saat ini.
Beliau menjelaskan bahwa manusia memiliki dua kekuatan utama, yaitu kekuatan kalbu, yang berkaitan dengan iman, tawakal, dan hubungan dengan Allah, serta kekuatan akal atau pikiran. Keduanya perlu dikembangkan secara seimbang agar seseorang mampu menghadapi kehidupan dengan kokoh sekaligus menghasilkan gagasan dan tindakan yang bermanfaat.
Para santri kemudian diajak memahami proses terbentuknya sebuah perubahan melalui lima tahapan, yaitu khathirah atau lintasan pikiran, fikrah atau ide, iradah/‘azimah atau tekad, amal atau perbuatan, dan ‘adah atau kebiasaan.
Dengan demikian, sebuah kebiasaan yang baik tidak muncul secara tiba-tiba. Ia berawal dari sebuah lintasan pikiran yang kemudian direnungkan menjadi ide, dilanjutkan dengan tekad, diwujudkan dalam tindakan, dan dilakukan secara konsisten hingga menjadi kebiasaan.
Selain itu, para santri juga dibekali berbagai pola berpikir untuk menghadapi tantangan zaman. Di antaranya adalah tafakkur tafa’uli, yaitu berpikir optimis dengan berbaik sangka kepada Allah, berpikir kritis dalam menimbang berbagai argumen, serta berpikir holistik dengan melihat suatu persoalan dari berbagai sudut pandang.
Para santri juga didorong untuk berani berpikir outside the box dan memiliki visi yang luas. Salah satu keteladanan yang disampaikan adalah kegigihan Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma yang sejak usia muda telah memiliki visi besar dalam menuntut ilmu hingga kemudian menjadi salah satu ulama besar yang luas manfaatnya bagi umat.
Keterampilan berpikir tersebut diharapkan dapat membantu para santri terhindar dari kebuntuan dalam berpikir, mampu melihat persoalan secara lebih luas, serta memiliki kemampuan untuk menemukan solusi dalam berbagai keadaan.
Bekal untuk Menjadi Generasi yang Luas Manfaatnya
Rangkaian kegiatan selama kunjungan Syaikh Dr. Ahmad Al-Khulaifi memberikan bekal yang saling melengkapi bagi para santri. Strategi dakwah membekali mereka dengan cara menyampaikan kebaikan secara tepat, sementara keterampilan berpikir melatih mereka untuk membangun gagasan, mengambil keputusan, dan mewujudkannya menjadi amal nyata.
Kegiatan berlangsung dengan antusias dan mendapatkan perhatian dari para santri. Melalui pembekalan tersebut, diharapkan para santri Pesantren Islam Al Irsyad Tengaran dapat tumbuh menjadi generasi yang memiliki ilmu, ketajaman berpikir, keluasan visi, serta kemampuan berdakwah dengan hikmah.
Semoga ilmu dan nasihat yang disampaikan Syaikh Dr. Ahmad Al-Khulaifi menjadi bekal yang bermanfaat bagi para santri dalam perjalanan pendidikan dan pengabdian mereka, serta menjadi sebab lahirnya generasi yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi dakwah Islam di berbagai penjuru dunia.
Pesantren Islam Al-Irsyad Tengaran Situs Resmi Pesantren Islam Al-Irsyad Tengaran
