Saudi Education Fair 2026 Bekali Santri dengan Wawasan dan Strategi Studi di Arab Saudi

TENGARAN – Melanjutkan pendidikan ke Arab Saudi menjadi salah satu pilihan yang semakin terbuka bagi para santri Pesantren Islam Al Irsyad Tengaran. Untuk memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai peluang tersebut, Pesantren Islam Al Irsyad Tengaran menyelenggarakan Saudi Education Fair 2026 pada Sabtu hingga Ahad, 15–16 Agustus 2026, di Aula Gedung Marwah.

Kegiatan yang diikuti oleh para santri kelas 3 Jenjang I’dad Mu’allimin (Madrasah Aliyah) ini tidak hanya menghadirkan informasi mengenai perguruan tinggi di Arab Saudi, tetapi juga membekali santri dengan strategi, pengalaman, serta gambaran nyata kehidupan akademik di berbagai kota dan universitas di negeri tersebut.

Jejak Alumni di 20 Perguruan Tinggi Arab Saudi

Peluang untuk melanjutkan studi ke Arab Saudi bukan sekadar wacana bagi para santri. Hingga saat ini, alumni Pesantren Islam Al Irsyad Tengaran telah berhasil menembus setidaknya 20 perguruan tinggi di Arab Saudi. Jejak tersebut menjadi bukti bahwa kesempatan melanjutkan pendidikan di Arab Saudi terbuka melalui beragam pilihan kampus dan bidang studi.

Pengalaman para alumni yang telah lebih dahulu menempuh pendidikan di sana juga menjadi modal berharga bagi generasi berikutnya. Melalui pengalaman tersebut, para santri dapat memperoleh gambaran yang lebih nyata mengenai proses pendaftaran, kehidupan akademik, hingga berbagai tantangan yang mungkin dihadapi selama menempuh pendidikan di Arab Saudi.

Mengenal Jalur Kuliah Masjid Nabawi

Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan mengenai Kuliah Masjid Nabawi atau Kulliyatul Haram yang disampaikan oleh Ustaz Akbar Ilham. Para santri diperkenalkan dengan salah satu jalur pendidikan keislaman yang memiliki karakteristik berbeda dari perguruan tinggi pada umumnya, termasuk sistem pembelajaran dan kondisi yang perlu dipersiapkan oleh calon mahasiswa.

Dalam sesi tersebut, Ustaz Akbar juga menjelaskan aspek pembiayaan dan pentingnya kemandirian finansial bagi calon mahasiswa. Informasi ini menjadi bekal penting agar santri dapat mempertimbangkan pilihan studi secara realistis, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga dari sisi kesiapan pribadi dan finansial.

Menyusun Strategi melalui Study in Saudi

Pembahasan kemudian berlanjut pada Study in Saudi (SIS), portal yang menjadi salah satu jalur pendaftaran mahasiswa internasional ke berbagai perguruan tinggi di Arab Saudi.

Ustaz Azka Afif membagikan strategi bagi santri yang ingin mendaftar ke Northern Border University (NBU), salah satu perguruan tinggi yang telah menjadi pilihan sejumlah alumni Pesantren Islam Al Irsyad Tengaran.

Ia menekankan pentingnya mempersiapkan nilai akademik dan menyusun pilihan universitas secara strategis ketika melakukan pendaftaran melalui portal SIS. Bagi para santri, informasi tersebut memberikan gambaran bahwa keberhasilan melanjutkan studi tidak hanya ditentukan oleh keinginan untuk mendaftar, tetapi juga oleh ketepatan strategi sejak tahap persiapan.

Membuka Peluang Studi Umum melalui Saudi Vision 2030

Peluang studi di Arab Saudi tidak terbatas pada bidang keislaman. Ustaz Akmal Fikri dari Prince Sattam bin Abdulaziz University (PSAU) memperkenalkan peluang studi di bidang-bidang umum yang semakin berkembang seiring dengan Saudi Vision 2030.

Bidang seperti bisnis dan teknik menjadi bagian dari program pendidikan yang semakin mendapat perhatian, dengan sejumlah program menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar. Karena itu, santri yang berminat mengambil jurusan umum juga perlu mempersiapkan kemampuan bahasa dan dokumen pendukung, termasuk sertifikat seperti IELTS atau SAT sesuai dengan persyaratan program yang dituju.

Mengenal Fasilitas Beasiswa bagi Mahasiswa Internasional

Selain peluang studi melalui berbagai perguruan tinggi, para santri juga mendapatkan gambaran mengenai dukungan yang tersedia bagi mahasiswa internasional.

Ustaz Bima Ahmad menjelaskan fasilitas yang diberikan Universitas Islam Madinah (UIM) kepada penerima beasiswa, termasuk uang saku bulanan dan tiket perjalanan tahunan bagi mahasiswa.

Informasi mengenai fasilitas beasiswa tersebut memberikan gambaran kepada santri bahwa pilihan studi di Arab Saudi juga dapat menjadi kesempatan pendidikan yang didukung oleh berbagai fasilitas, tentunya dengan persyaratan dan ketentuan yang harus dipenuhi.

Belajar dari Pengalaman Langsung Para Alumni

Berbagai informasi tersebut menjadi semakin lengkap pada hari kedua melalui diskusi panel bersama para alumni yang saat ini atau pernah menempuh pendidikan di sejumlah perguruan tinggi di Arab Saudi.

Berbagi pengalaman secara langsung, para alumni tidak hanya membicarakan proses pendaftaran, tetapi juga kehidupan sehari-hari, sistem pendidikan, serta tantangan yang dihadapi selama menjalani studi.

Ustaz Iqbal Ramadan, yang menempuh pendidikan di Majmaah University, menceritakan pengalaman menjalani kehidupan sebagai mahasiswa di lingkungan kampus tersebut. Sementara itu, Ustaz Muhammad Atta Izzaturrahman menjelaskan perubahan sistem pendidikan di Taibah University, termasuk adanya program persiapan bahasa atau Ma’had Lughah sebelum mahasiswa memasuki perkuliahan inti.

Kegigihan dan Bekal Ilmu Menjadi Modal Penting

Pengalaman lainnya disampaikan Ustaz Abdul Jalil dari Imam Muhammad ibn Saud Islamic University (IMSU) Riyadh. Ia menekankan pentingnya kegigihan dalam menjalani proses administrasi sekaligus menjaga bekal keilmuan yang telah dibangun selama di pesantren, termasuk hafalan Al-Qur’an dan mutun ilmiah.

Adapun Ustaz Rafa Abya dari King Abdulaziz University memberikan gambaran bahwa proses penerimaan mahasiswa dapat menghadirkan berbagai kemungkinan. Ia membagikan pengalamannya bahwa pilihan universitas yang berada di urutan ke-20 dalam portal SIS pun dapat menjadi jalan menuju kelulusan.

Beragam pengalaman tersebut memperlihatkan kepada para santri bahwa perjalanan studi ke Arab Saudi memiliki jalur dan tantangan yang berbeda-beda. Dengan adanya 20 perguruan tinggi yang telah menjadi bagian dari perjalanan pendidikan para alumni Al Irsyad, para santri juga memiliki jaringan pengalaman yang dapat dijadikan rujukan ketika mempersiapkan studi setelah lulus dari pesantren.

Persiapan Akademik Harus Beriringan dengan “Jalur Langit”

Karena itu, persiapan perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari prestasi akademik, kemampuan bahasa, kelengkapan dokumen, strategi memilih universitas, hingga kesiapan mental.

Di balik seluruh persiapan tersebut, para pemateri juga menekankan pentingnya “jalur langit”, ikhtiar dalam mempersiapkan berkas dan kemampuan akademik perlu berjalan beriringan dengan memperbaiki hubungan kepada Allah, berbakti kepada orang tua, serta menjaga hubungan dengan para asatizah.

Pesan tersebut menjadi benang merah dari seluruh rangkaian Saudi Education Fair 2026. Melanjutkan studi ke Arab Saudi bukan semata-mata tentang memperoleh kesempatan belajar di universitas tertentu, tetapi juga tentang menyiapkan diri menjadi penuntut ilmu yang memiliki bekal akademik, akhlak, keteguhan, dan kesiapan menghadapi kehidupan di lingkungan baru.

Membekali Santri Menentukan Langkah Setelah Lulus

Melalui kegiatan ini, Pesantren Islam Al Irsyad Tengaran berharap para santri kelas 3 memiliki wawasan yang lebih luas mengenai pilihan pendidikan setelah menyelesaikan masa belajar di pesantren.

Dengan informasi yang lebih lengkap, pengalaman alumni yang dapat dijadikan rujukan, serta persiapan yang lebih matang, para santri diharapkan mampu menentukan langkah pendidikan selanjutnya dengan penuh pertimbangan dan terus berikhtiar meraih masa depan terbaik di Arab Saudi.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *